User Rating: 0 / 5

    Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
     

    Asiknya Liburan di Karimunjawa, Jepara

    Share

    Hallo diblog kali ini saya akan bercerita tentang kepulauan Karimunjawa Jepara. Kalian sering mendengar bahwa Pulau Karimunjawa disebut sebagai “Paradise Island”. Sebenarnya ada apa sih disana ? Apakah ada sesuatu yang Amazing ? atau ada putrid Duyung ( eh korban sinetron ya )? Hmmmmm harus segera ada pembuktian.

    Jam 05.00 Pagi hari sampailah kita di pelabuhan Kartini, Kota Jepara. Datanglah rombongan trip yang lain, saya berkenalan dengan mereka dengan senyumm terbaikku (ehem ehem, ku perkenalkan gigi putihku dengan maksimal *masih Muka bantal belom mandi). Akhirnya inilah moment dimana saya naik kapal (jangan lupa minum obat anti mabuk ya )?. Dengan sabar antri di loket dermaga sembari menyodorkan Nama lengkap dan umur, karcis kapal KMP Siginjai pun kami genggam. Kami segera masuk kapal “Siginjai” yang mulai berlayar pada jam 7 pagi dengan estimasi waktu 4,5 jam perjalanan ( kalau High season kapal jalan jam 6 pagi). Sebenarnya ada 3 pilihan kapal penyeberangan yaitu kapal Express bahari, KMP siginjai dari jepara dan Express bahari dari Kendal.

    Waktu 4,5 jam tidak terasa, karena didalam kapal saya dan rombongan bisa menikmati indahnya hamparan lautan lepas sebari mengobrol ria. Kami juga menikmati indahnnya suasannya dengan naik ke atas deck kapal. Semua goncangan hati terasa sirna ikut terbang bersama angin yang mengepul diawan-awan biru dilangit penuh gembira (cieee,, puistis).

     mg 0041

    ( Tugu selamat datang karimunjawa )

     “Welcome to Karimunjawa Island”, teriakku dalam hati (wow..penuh kegirangan, berasa ingin salto, kayang dan berbagai atraksi lainnya) pada jam 11:30 siang hari. Setelah narsis foto dengan berbagai gaya didepan gapura Karimunjawa, kami pun beristirahat dirumah salah yang sudah kami booking. 

    Dari atas bukit Love kita dapat memandang pesona keindahan lautan karimunjawa yang exotis dari ketinggian. Biasannya pada sore hari banyak wisatawan berkunjung kebukit ini dimana para pengunjunng dapat melijatt pesona sunset dari bukit ini. Kurang dari satu jam perjalanan, dengan menggunakan mobil pick up, sampailah kami di Tracking Mangrove Forest di Pulau Kemojan. Taukah Anda? Konon katanya, dahulu kala Pulau Kemojan terpisah jauh oleh lautan dengan Pulau Karimun Jawa. Setelah ditanamnya mangrove, akhirnya kedua pulau ini bisa bersatu menjadi sebuah daratan. Dan satu lagi, hutan magrove ini adalah salah satu hutan magrove terbesar yang ada di Indonesia.  Nah, untuk memasuki hutan mangrove ini, pengunjung dikenai biaya Rp. 10.000/ orang. Dengan berbekal lotion anti nyamuk, kami siap menjelajah dan belajar tentang jenis-jenis tanaman mangrove yang dituliskan dengan jelas di tiap spot. Panjang jembatan tracking dihutan ini sekitar 1,3 km. Kami juga bisa menikmati indahnya panorama ekosistem mangrove dengan naik ke rumah “Menara Pandang.” Dengan naik tangga 3 lantai, kami disuguhi pemandangan yang luar biasa dari atas.

    img 6541

    ( Bukit Love )

    img 6530

     ( Tracking mangrove)

    Setelah mengexplore bukit love dan Tracking mangrove, kami melaju ke wisata berikutnya, yaitu Pantai Tanjung Gelam (Asyiikk,, inilah yang kami tunggu-tunggu). Dengan membayar tiket Rp. 10.000/mobil, kami siap menikmati indahnya pantai. Dan wow..wow..wow.. Ini lah kali pertama saya melihat indahnya pantai dengan tiga warna biru yang berbeda (sangat muda, muda dan tua) dengan hamparan pasir putih jernih. Tanpa kode dan instruksi dari Leader, kami pun langsung lari tunggang langgang seperti dikejar macan untuk segera menyeburkan diri ke pantai.

    Pantai ini tampak khas dengan adanya pohon-pohon kelapa yang tumbuh miring serta karakter-karakter batu vukanik yang tidak bisa dijumpai dipantai lainnya. Kami terus menelusuri pantai hingga ke Batu Topeng. Disana kami menemukan gubug sederhana yang bisa menjadi tempat rehat sejenak untuk sekedar menikmati deburan omba. Setiap jengkal langkah, kami pun tidak lupa untuk mengabadikan moment kami, jepret sana, jepret sini, kanan kiri jepret, atas bawah jepret.
    Sol dan Nano pun tidak kalah antusias. Sambil makan gorengan mendoan dan minum kelapa muda, mereka bercerita bahwa mereka tidak pernah menjumpai pantai seindah ini. Pantai di Argentina warna airnya keruh dan dingin. Kemudian kami saling bercerita tentang keindahan negara kami (Indonesia Vs Argentina), sampai pada akhirnya sol bercerita tentang sejarah konflik negaranya dengan Britain (dan aku nggak mudheng babar blas).
    Belum lelah berwisata pantai, kami melanjutkan perjalanan mengejar Sunset di Bukit Joko Tuwo (namanya serem banget ya, hihi). Dibukit ini kami dikenai tarif Rp.10.000/orang. Dengan sedikit peluh mendaki beberapa anak tangga, kami bisa melihat indahnya karimun jawa dari atas awan. Kami saling berengkrama, bercanda, saling membully, sharing, bahkan juga curhat masalah pribadi. Disana kami bisa melihat Batu Tasbih dan Fosil Ikan Hiu Raksasa. Namun, kali ini kami kurang beruntung, karena matahari tertutup oleh awan, sehingga kami belum mendapatkan beautiful sunset yang kami cari.

    dsc05361

    ( Tanjung Gelam ) 

    gopr0730

    ( View Bukit Joko Tuo) 

    Spot Snorkling pertama kami di Pulau Menjangan Kecil. Disini kami bisa menjumpai indahnya ikan dan massive coral. Mas Dije menjelaskan “Coral hanya tumbuh maksimal 5 cm per tahun dan hanya butuh waktu 5 menit untuk merusaknya.” Ironi memang, masih banyak pengunjung yang belum tahu tentang ini, sehingga ada yang tidak sadar merusaknya.
    Perahu kami pun melaju kembali dengan gagahnya ke next spot, yaitu Pulau Cemara Kecil. Setiba dilokasi, kami langsung memasak air untuk membuat kopi, susu dan sereal. Guyonan hangat bertebaran dihati kami. Pasir putih yang mengkilap ketika diterpa cahaya matahari membuat hati kami terasa lebih damai. Kami menyusuri tepi sungai dan banyak menjumpai biota laut seperti Sen Dollar, Bintang Laut (Star Fish), Teripang (Sea Cucumber) dan Bulu Babi. Sol dan Nano juga tidak mau kehilangan moment. Mereka langsung berjemur (hobby bule pada umumnya).
    Setelah puas hunting biota laut, kami pun langsung menggelar beberapa makanan. Yeaah..kita akan makan siang. Dengan beralaskan beberapa kertas minyak, mulai menyiapkan nasi beserta lauknya. Kami makan bersama-sama tanpa ada sendok dan piring berdenting (yups.. hanya dengan tangan kosong). “Siapa yang cepat dia yang akan cepat kenyang...Serbuuu.”
    Setelah kenyang, kami melanjutkan ke wisata berikutnya, yaitu snorkling ke Gosong Sloka. Berbeda dengan tempat sebelumnya, disini kami menjumpai banyak ikan nemo dan Branching Coral. Kami (kecuali saya dan eva #stay di perahu-karena mabuk laut) mulai bergaya dengan mengambil foto Narsis.
    Nah.. puas foto-foto, melaju ke Pulau Menjangan Besar “Penangkaran Hiu”. Di destinasi ini kami disuguhi dengan aneka biota laut. Kami juga diijinkan untuk berenang & berfoto bersama Hiu dan Penyu (Jangan berfikir serem, mereka sudah jinak kok). Ada tiga jenis Hiu disini (Black Tip, Silver Tip dan Hiu Pari) dan ada dua jenis Penyu lain, dengan membayar IDR 40.000/orang, kami juga bisa foto bersama beberapa biota laut, diantaranya Bintang laut jenis Protogaster, 

    Catatan Trip
    dsc05511
    Travel Blogs
    asiknya-liburan-di-karimunjawa,-jepara
    631
    Asiknya Liburan di Karimunjawa, Jepara
    Muh zawahir

    Add comment


    PROMO DOMESTIK

    PROMO INTERNATIONAL

    Mau Update Info Trip Terbaru ?

    Bergabunglah dengan Newsletter DetikWisata sekarang, untuk selalu update info menarik seputar trip detikwisata.com.

    () Mandatory fields

    © 2017 DetikWisata.com. All Rights Reserved. Designed By KreasiBagus